Menjadi miliarder berkat bisnis pemasaran via surel (1)

Ben Chestnut, pria kelahiran Georgia, Amerika Serikat ini tidak menyangka perusahaan pemasaran melalui surel miliknya MailChimp akan menjadi sebesar sekarang. Melalui perusahaan pemasaran tersebut, pria berusia 44 tahun ini berhasil menyandang sebagai salah satu milliarder muda di bidang teknologi. Menurut catatan Forbes sampai Senin (19/11), total kekayaan Ben Chestnut mencapai US$ 2,1 miliar. Kinerja MailChimp menjadi pendorong.

Semakin banyak pengusaha yang tajir berkat teknologi. Salah satunya adalah Ben Chestnut, pemilik perusahaan pemasaran melalui surat elektronik atau surel (e-mail), MailChimp. Mengutip Inc.com, total pendapatan MailChimp tahun 2017 mencapai US$ 525 juta atau naik dari tahun 2016 yang sebesar US$ 400 juta. Masih menurut sumber yang sama, pada tahun lalu perusahaan Ben ini tercatat sudah menunjukkan profit atau laba.

Berdasarkan Forbes, awal mula Ben terjun di dunia bisnis teknologi ketika pada tahun 2001, bersama temannya Dan Kurzius mendirikan perusahaan perancang web bernama The Rocket Science Group. Sejatinya pada saat itu, Ben sudah memiliki perusahaan pemasaran surel yang merupakan cikal bakal MailChimp.

Namun karena pada awal tahun 2000-an, dirinya masih fokus mengembangkan perusahaan perancangan web perusahaan pemasaran surel ini tidak terlalu mendapat perhatian.

Tahun 2005, atau empat tahun setelah The Rocket Science Group berdiri, Ben menyadari pertumbuhan pelanggan pemasaran surel miliknya jauh lebih baik dibandingkan dengan perusahaan perancangan web. Maka, mulai tahun 2006 Ben memutuskan tidak melanjutkan bisnis perancangan web dan fokus untuk meningkatkan bisnis pemasaranvia surel miliknya. Ben menceritakan bahwa bisnis pemasaran via surel miliknya ini resmi berdiri pada tahun 2001 bersamaan The Rocket Science Group.

Awalnya beberapa pelanggan usaha kecil dan menengah (UKM) membutuhkan jasa mengirimkan buletin surel. Saat itu bisa dibilang tidak ada perangkat lunak atau software yang simpel dan praktis untuk melakukan hal tersebut.

Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Tri Adi
Video Pilihan