Uncategorized

Empat tahun Jokowi-JK, pariwisata Indonesia duduki peringkat 9 dunia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling menggeliat dalam empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sektor pariwisata tumbuh pesat sehingga pemerintah berani memproyeksikan sektor pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar pada 2019.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan target tersebut tidak terlalu muluk mengingat Indonesia punya seribu satu destinasi wisata, baik yang sudah terkenal maupun yang masih tersembunyi. Adapun beberapa capaian sektor pariwisata Indonesia yang tumbuh pesat dalam empat tahun terakhir ini.

“Menurut World Travel & Tourism Council (WTTC) Pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat ke-9 di dunia, nomor 3 di Asia dan nomor 1 di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya dalam siaran pers,” Rabu (24/10).

Tidak hanya itu, kata Arief perusahaan media di Inggris yakni The Telegraph juga mencatat Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat.

“Bahkan mereka menilai pertumbuhan pariwisata Indonesia empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan regional dan global,” ungkapnya.

Pertumbuhan pariwisata Indonesia sendiri dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan industri plesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh 7{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} dan di dunia hanya 6{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}.

Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Menurut mereka, peringkat Indonesia naik 8 poin dari 50 di 2015 ke peringkat 42 pada 2017.

Bahkan, lanjut Arief pada tahun 2017 pertumbuhan sektor pariwisata melaju pesat 22{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}, menempati peringkat kedua setelah Vietnam (29{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}). Di tahun yang sama rata-rata pertumbuhan sektor pariwisata di dunia 6,4{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} dan 7{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} di ASEAN.

“Pariwisata Vietnam tumbuh lebih baik mencapai 29{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} karena melakukan banyak deregulasi. Sedangkan Malaysia tumbuh 4{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}, begitu pula Thailand,” ujarnya.

Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata juga meningkat sejak tahun 2015 dari US$12,2 miliar, 2016 menjadi US$13,6 miliar dan 2017 naik lagi menjadi US$15 miliar sampai 2018 ini ditargetkan meraup devisa US$17 miliar dan US$20 miliar di 2020.

Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga naik siginifikan dari tahun 2015 – 2017. “Tahun 2015 sebanyak 9,7 juta, tahun 2016 menjadi 11,5 juta dan tahun 2017 sebanyak 14 juta,” ujarnya.

Pertumbuhan total kunjungan Wisman Indonesia tahun 2017 sebesar 22{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} lebih tinggi daripada regional ASEAN (7{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}) dan dunia (6,4{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}). Sampai bulan Agustus 2018, jumlah wisman mencapai 10,58 juta dari 17 juta yang ditargetkan.

“Wisatawan nusantara juga terus naik. Sejak tahun 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 berkembang lagi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 271 juta,” kata Arief.

Oleh karena itu, tak heran pariwisata Indonesia secara konsisten terus meraih penghargaan di level internasional, di antaranya adalah 46 penghargaan di 22 negara di tahun 2016, 27 penghargaan di 13 negara di tahun 2017, dan 31 penghargaan di 9 negara sampai kwartal 3 di tahun 2018.

Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Narita

Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Narita

INDUSTRI PARIWISATA

You may also like...