Uncategorized

Geo Dipa Energi bidik pendapatan Rp 857 miliar tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Geo Dipa Energi (Persero) optimistis kinerjanya bakal bertumbuh pada tahun ini. Direktur Utama Geo Dipa Energi, Riki Ibrahim mengungkapkan tahun ini mereka membidik pendapatan  Rp 857 miliar naik sekitar 9,31{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} dari realisasi tahun lalu. Selain itu, mereka juga memproyeksikan laba bersih sebesar Rp 201 miliar dengan produksi 769 GWh pada 2019.

Sepanjang 2018, Geo Dipa Energi berhasil menorehkan pendapatan sebesar Rp 784 miliar dan laba bersih sekitar Rp 169 miliar hingga Rp 170 miliar dengan total produksi 744 GWh. “Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa tingkatkan lebih dari 5{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} daripada realisasi tahun lalu,” ujar Riki ketika ditemui di Jakarta, Selasa (22/1).

Ia menjelaskan, salah satu fokus Geo Dipa pada tahun ini adalah penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Dieng small scale 10 Megawatt (MW). Riki bilang, penambahan ini bakal rampung pada 2020 mendatang. “Untuk investasinya sekitar US$ 23 juta, tahun ini mulai dikerjakan,” imbuhnya.

PLTP Dieng memiliki potensi sebesar sebesar 400 MW, Riki menjalaskan saat ini baru mencapai 60 MW. Pun untuk PLTP Patuha yang berada sekitar 40 km dari selatan kota Bandung, PLTP Patuha Jawa Bara ini juga memiliki potensi sebesar 400 mw.

Tahun 2014, Geo Dipa Energi berhasil menyelesaikan pembangunan 1 unit PLTP di Patuha berkapasitas 60 MW. Sekarang ini Geo Dipa Energi berencana untuk pengembangan PLTP Patuha Unit 2 dan Unit 3 masing-masing dengan kapasitas 55 MW yang merupakan pengembangan Proyek Patuha Unit 1. “Kita targetkan rampung pada 2023, ada penambahan 2 unit pada 2023,” tegas Riki.

Tak hanya mengembangkan PLTP di Dieng dan Patuha, Riki menambahkan, Geo Dipa juga melakukan studi untuk mengembangkan area Candradimuka yang terletak di sebelah barat kontrak area Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Riki berujar dari arean Candradimuka ini memiliki potensi untuk menghasilkan listrik sekitar 90 MW, namun dalam tahap awal Geo Dipa Energi baru akan memasang kapasitas sebesar 40 MW.

Ke depannya, ada juga rencana mengenai pengembangan panas bumi di wilayah kerja Candi Umbul Telomoyo, Jawa Tengah. “Di wilayah ini memiliki potensi sebesar 90 mw,” katanya. Mereka menargetkan untuk wilayah ini bisa beroperasi secara komersial (COD) sekitar 2023 atau 2024.

Sementara untuk wilayah kerja panas bumi Arjuno Welirang, Jawa Timur, memiliki potensi sebesar 180 mw. Mereka akan melakukan eksplorasi pada wilayah ini sekitar 2 hingga 3 tahun mendatang.

Terkait belanja modal atau capex, pada tahun ini mereka menyiapkan belanja modal sebesar Rp 850 miliar naik sekitar 41,67{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} ketimbang alokasi belanja modal pada tahun lalu sebanyak Rp 600 miliar. “Selain small scale, ada juga untuk perbaikan mesin,” sebutnya.

Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Yoyok

Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Yoyok
Video Pilihan

You may also like...