Uncategorized

Harga rumah subsidi naik, REI tak takut kehilangan market

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) tetap optimistis memandang bisnis properti tahun ini khususnya untuk hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Asal tahu saja, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) tengah mengusulkan untuk menaikkan harga jual rumah bersubsidi di tahun ini sebesar 3{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}-7,75{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}.

“Untuk kenaikan harga memang seperti itu yang diinginkan pengembang mengingat ada inflasi kenaikan harga tanah dan bahan material yang terus naik,” ujar Paulus Totok Lusida, Sekretaris Jendral DPP REI saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (28/1).

Menurut Paulus, jika terjadi kenaikan harga rumah subsidi pihaknya tidak perlu merasa khawatir akan permintaan masyarakat yang akan menurun karena sebelum diusulkan telah dilakukan beberapa tahap pertimbangan.

“Sebelumnya telah dipertimbangkan dari segi kemampuan masyarakat untuk membeli rumah MBR dari upah gaji mereka, jadi tidak sembarangn langsung minta dinaikkan tanpa bahan pertimbangan,” ujarnya.

Selain itu, kata paulus bisnis properti tahun ini diprediksi akan lebih baik dari tahun 2018 yang dominan masih lesu, jadi (REI) khususnya yang bergerak di segmen MBR tetap optimis ada pertumbuhan sekalipun ada momen politik di tahun ini.

“Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah untuk segmen MBR biasanya justru tidak terkena dampak tahun politik jadi kami tambah optimis bisa tumbuh karena 80{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} anggota REI itu di segmen MBR,” ujarnya.

Adapun target hunian REI tahun ini bisa membangun sebanyak 230.000 unit rumah bersubsidi dan 200.000 unit rumah nonsubsidi atau komersial dimana sepanjang tahun 2018 lalu REI berhasil membangun sebanyak 394.686 unit rumah yang terdiri dari 214.686 unit rumah MBR dan 180 unit rumah komersial dengan kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Azis Husaini

Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

You may also like...