Uncategorized

ITDC yakin bisa mengembalikan pinjaman Rp 3,6 triliun

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mendapatkan fasilitas pembiayaan yang cukup besar, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yakin tetap mampu mengembalikan dana yang diterimanya.

Abdulbar M. Mansoer, Direktur Utama ITDC menyebutkan bahwa perusahaan optimis dalam hal kemampuan mengembalikan. “Kami yakin karena kami juga punya nusa dua, jadi kalo perlu bisa buat bayar walaupun kami maunya dari proyek ini sendiri,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/1).

Ia juga bilang bahwa sebelumnya saat mengembangkan Nusa Dua di Bali, perusahaan juga mendapatkan fasilitas pembiayaan tetapi dapat diselesaikan walaupun saat itu Nusa Dua belum ada apa-apa. Disebutnya, itu lantaran sewa lahan dari hotel yang dikumpulkan dan juga memiliki grace period yang panjang.

Nusky Suyono, Direktur Keuangan ITDC menambahkan bahwa perusahaan meminta tenor yang panjang dan grace period juga supaya mampu mengembalikan kembali. “Jadi kami bayar setelah 10 tahun yang nilainya tinggi. Nah, dalam 10 tahun ini kami proyeksikan hotel-hotel sudah dibangun jadi kami punya dua sumber penghasilan dari penyewaan lahan dan revenue sharing yang baru muncul setelah hotel berdiri,” jelasnya.

Menurutnya, model bisis penyewaan lahan itu menjadi kuncinya. Hal tersebut lantaran sewa lahan tidak berubah sekalipun ada bencana dan bahkan tiap tahunnya dari perusahaan ada kenaikan 6{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} untuk pembayaran sewa.

Kedua untuk bagi hasil, dari ITDC dan penyewa lahan akan memberikan kurang lebih sekitar 3{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} dari pendapatan yang diperoleh baik itu penyewaan kamar hotel, penjualan makanan, dan minuman. Karenanya, dengan begitu perusahaan optimis mampu mengembalikan fasilitas yang diberikan.

Abdulbar menjelaskan kembali bahwa perusahaan memiliki opsi menawarkan pembayaran sewa penuh selama 30 tahun kepada calon penyewa. Ia pun optimis akan ada yang mau karena tidak adanya indeksasi kenaikan sewa lahan tiap tahunnya karena sudah dibayarkan di awal. “Namun, itu hanya opsi bukan berarti akan seperti itu,” pungkasnya.

Adapun fasilitas pembiayaan tersebut resmi didapatkan ITDC dari AIIB sebesar US$ 248,4 juta atau sekitar 3,6 triliun dengan tenor selama 35 tahun dan grace period selama 10 tahun.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

You may also like...