Uncategorized

Jokowi menyambung listrik gratis ke 100.970 rumah tangga di Garut

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyambungkan listrik gratis ke 100.970 rumah tangga tidak mampu di Jawa Barat melalui sinergi 34 BUMN.

Hal ini ditandai dengan pemberian sertifikat sambungan listrik gratis kepada 30.937 rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Garut yang secara langsung diberikan Presiden Joko Widodo dan disaksikan  Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, Jajaran Direksi BUMN serta Pejabat pemerintahan setempat.

Program sambung listrik gratis ini sebelumnya telah dilakukan di Kota Bogor, Kab. Bogor, Kab. Bandung, Kab. Tasikmalaya, Kab. Pangandaran, Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi. Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, program sambung listrik gratis dilakukan agar masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati listrik sehingga menggenjot perekonomian di Jawa Barat.

Program ini merupakan bentuk kepedulian BUMN yang dalam menjalankan usaha tidak hanya mencetak keuntungan tetapi juga memberikan kepedulian bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Terima kasih saya ucapkan kepada 34 BUMN yang sudah terlibat sehingga target penyambungan listrik bagi 100.970 rumah tangga di Jawa Barat bisa tercapai. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita bersama  bagi terwujudnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ungkap Rini dalam rilisnya, Jumat (18/1).

Adapun 34 BUMN yang terlibat dalam program ini adalah PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom & Telkomsel, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, PTPN III Holding (PTPN VIII), Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, Biofarma, KAI, Hutama Karya, Telkomsel, Pertamina, Mandiri, Angkasa Pura 2, Pelindo 2, BTN, PIHC, WIKA, PP, PGN, Antam, Taspen, ASDP dan POS.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), terdapat 235.756 masyarakat tidak mampu di Jawa Barat belum tersambung/ menikmati listrik PLN secara langsung. Sebagian masyarakat tidak mampu tersebut telah menikmati listrik, namun dengan cara levering atau menyambung dari tetangga dengan membayar iuarn listrik  sekitar Rp 40.000 – 50.000 per bulan (Hanya untuk penggunaan bola lampu).

Sementara masyarakat yang mendapatkan listrik dari PLN hanya membayar sekitar Rp 30.000 per bulan yang dapat digunakan untuk lampu, televisi, penanak nasi dan alat elektronik lainnya.

Selain penyambungan listrik secara gratis, PLN dan Asosiasi Instalatir memberikan keringanan Biaya Penyambungan dan Pemasangan Instalasi sebesar 50{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}. Untuk tahap awal program penyambungan listrik ini dilaksanakan di 8 Kabupaten/Kota dengan sasaran sebanyak 130.248 KK, antara lain yaitu Kota Bogor, Kab. Bogor, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Pangandaran, Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi.

Selanjutnya, program penyambungan listrik gratis bagi rumah tangga tidak mampu akan dilakukan di kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat.

Reaktivasi Jalur Kereta

Selain melakukan penyambungan listrik secara gratis, Presiden dan rombongan melakukan kunjungan ke lokasi reaktivasi jalur kereta api di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jalur kereta api yang melintasi Stasiun (St) Cibatu-St Garut-St Cikanjang (47.5 km) yang selama ini tidak berfungsi, akan diaktifkan kembali (reaktivasi).

PT Kereta Api Indonesia mencatat, jalur Cibatu- St Cikanjang ditutup pada tahun 1982, sementara jalur St Cibatu- St Garut ditutup pada tahun 1983. Selama tidak beroperasi, kedua jalur ini dimanfaatkan warga sebagai jalan setempat hingga pendirian bangunan.

Dengan adanya reaktivasi, akan mengurangi tingkat kemacetan kota, memberikan solusi bagi tarnsportasi yang efisien dan terjangkau serta menjadi triger pengembangan area di sekitar stasiun dan jalur kereta.

Selain itu, reaktivasi juga akan mempermudah akses wisatawan ke Kabupaten Garut, memudahkan angkutan penumpang, barang dan distribusi komoditas unggulan masyarakat setempat serta mendorong perkembangan industri lokal.

Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini

Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

You may also like...