Uncategorized

Kembangkan SDM pengelola tambang di Papua, Inalum gandeng Universitas Cenderawasih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) menggandeng Universitas Cendrawasih (Uncen) dalam pengembangan bidang pertambangan, industri dan energi serta kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagai holding industri pertambangan, Inalum mendapat mandat untuk menguasai dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA). Sebagai bagian dari upaya mewujudkan mandat tersebut, Inalum telah melakukan sejumlah strategi, seperti mendirikan Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penguasaan dan pengelolaan SDA Indonesia.

Budi bilang, salah satu fungsi MMII adalah mencetak dan mengembangkan kemampuan para ahli tambang di Indonesia bersama universitas dan lembaga riset terkemuka. “Kerjasama dengan Universitas Cendrawasih merupakan salah satunya,” kata Budi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (16/1).

Nota kesepahaman (MoU) kerjasama ini telah ditandatangani Budi Gunadi Sadikin dan Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T. bertempat di Kantor Inalum Jakarta pada Selasa (15/1). Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Pembantu Rektor IV Drs. Fredrik Sokoy, M.Si, Pembantu Rektor 2 Prof. Dr. Arung Lamba, M.Si dan Direktur MMII Ratih Amri.

Ruang lingkup nota kesepakatan antara Inalum dan Universitas Cenderawasih diantaranya meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung pengelolaan pertambangan, industri, dan energi yang berkelanjutan; serta mengembangkan pertambangan yang ramah lingkungan.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik ajakan kerjasama di bidang tambang ini. SDA di Papua sangat kaya, namun SDM-nya terbatas. Jadi kami berharap kerjasama ini dapat membantu mengatasi kendala tersebut ke depannya.” ujar Rektor Uncen Apolo Safanpo.

Sementara di dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI yang digelar Selasa (15/1), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pengembangan SDM ini juga sebagai bagian dari rencana program strategis Inalum pasca memegang mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Budi memaparkan, ada tiga program strategis pasca divestasi PTFI. Pertama, menjalankan rencana jangka panjang yang telah disusun dalam Long Term Investment Plan (LTIP).

Kedua, melaksanakan transfer teknologi mengenai pengembangan emas dan tembaga dari pertambangan bawah tanah (underground mine) yang terbesar dan terkompleks di dunia. Ketiga, setelah menggenggam 51,23{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} saham, Inalum bisa meningkatkan manfaat keberadaan PTFI bagi masyarkat Papua pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Budi berharap, undergound mine yang saat ini tengah dikembangkan PTFI tidak hanya memberikan keuntungan secara keuangan, tapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan. 
“Dan kita memfasilitasi Universitas Cenderawasih melakukan penelitian dan pembelajaran dari laboratorium tambang bawah tanah yang paling kompleks dan paling besar di dunia ini, sehingga akan lebih banyak putra-putri Papua asli yang bisa menjadi ahli geologis juga mining engineering,” terang Budi.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

You may also like...