Uncategorized

lntiland Development (DILD) dapat fasilitas kredit sindikasi Rp 2,8 triliun

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT lntiland Development Tbk (DILD) meraih fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp2,8 triliun. Fasilitas kredit sindikasi dengan tenor hingga delapan tahun dikucurkan Bank Negara Indonesia dan Bank Central Asia yang masing-masing senilai Rp 1,63 triliun (58,33{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}) dan Rp 1,17 triliun (41,67{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}) dengan tingkat bunga 10,5{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono menyampaikan pemberian fasilitas pembiayaan tersebut diharpkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan. “Pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi lntiland untuk mengeksekusi rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima kontan.co.id, Rabu (30/1).

Pemberian fasilitas kredit sindikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama yang telah dijalin sejak September tahun lalu. Pengucuran fasilitas kredit sindikasi tersebut secara resmi telah ditandatangi oleh masing-masing pihak Intiland, BNI, dan BCA pada 21 Desember 2018.

Archied menjelaskan bahwa fasilitas pendanaan ini merupakan kredit investasi yang digunakan untuk pendanaan ulang (refnancing) dan menambah modal kerja (working capital). Perseroan rencananya mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk refnancing pinjaman ke delapan bank dan melunasi hutang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan tahun ini.

lntiland pada saat ini tercatat memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor pinjaman yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menyebabkan model pengelolaan hutang menjadi kurang efisien dari sisi cost of fund maupun proses administrasinya.

Menurutnya langkah refinancing lewat pelunasan hutang-hutang tersebut memberikan manfaat positif bagi perseroan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain menurunkan beban biaya bunga, menyederhanakan proses administrasi, serta memperbaiki struktur keuangan perseroan.

“Dengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang, kami punya ruang lebih longgar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan untuk pengembangan usaha. Total pinjaman bank yang kami refinancing sebesar Rp 2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp 428 miliar dan untuk working capital sekitar Rp221,67 miliar,” ungkapnya.

Perseroan pada tahun 2016 menerbitkan obligasi ll senilai Rp 590 miliar yang terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp 428 miliar dengan tingkat bunga 10,75{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} dengan tenor tiga tahun. Obligasi Seri 8 memiliki tenor lima tahun senilai Rp 162 miliar dengan kupon 11{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}. Adapun obligasi seri A akan jatuh tempo pada 29 Juni 2019.

”Saat ini dana dari fasilitas kreditnya sudah siap tinggal menunggu pembayaran pada saat jatuh tempo,” pungkasnya.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

You may also like...