Uncategorized

Tahun ini ekspansi ritel kesehatan kian sehat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemain ritel di segmen healthcare tahun ini lebih optimistis dari tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah mulai kembali melakukan ekspansi yang masif. Salah satu yang mendorong ekspansi adalah mulai sadarnya masyarakat terhadap kesehatan dan asupan gizi.

PT K24 Indonesia misalnya, perusahaan pemilik jejaring gerai Apotek K24 menyampaikan di kuartal IV-2018 akan menambah sekitar 25 gerai baru. Saat ini K24 memiliki 450 gerai. Tak hanya mengandalkan kas internal, perusahaan memacu ekspansi dengan skema waralaba.

“Sampai akhir tahun kami perkirakan jumlah gerai kami 475 gerai. Apotek ini dikembangkan secara waralaba jadi kami buka diri untuk peran serta masyarakat,” ujar Gideon Hartono, Direktur Utama K24 Indonesia kepada Kontan.co.id, Rabu (24/10).

Dirinya bahkan memiliki rencana jangka panjang untuk ekspansi, setidaknya setiap kabupaten dan kota di Indonesia harus memiliki empat gerai K24. Hitung-hitunganya, saat ini ada 517 kota kabupaten, artinya perusahaan akan memiliki 2000 gerai ke depannya.

Sampai kuartal III-2018, perusahaan mengaku permintaan terhadap produk obat terus meningkat. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang menurutnya meningkat dua digit.

Senada, PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) pemilik gerai Watsons juga lebih masif tahun ini. Dibandingkan realisasi tambahan gerai baru pada tahun lalu yang hanya 23 gerai, tahun ini target pembangunan gerai lebih masif. DAYA menargetkan tahun ini tambah 40 gerai baru dan memperluas gudang hingga tiga kali lipat.

Sukarnen Suwanto, Direktur DAYA bilang perusahaan tetap menargetkan tambahan 40 gerai sesuai rencana awal. Saat ini dirinya tetap fokus pada strategi yang dijalankan agar bisa mencapai target kinerja dan ekspansi.

Perusahaan pada tahun lalu mencatat pertumbuhan penjualan 65{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}, tahun ini target untuk terus mempertahankan pertumbuhan dua digit untuk pendapatan dan laba. Selain penambahan jumlah gerai dan promosi yang kuat, perusahaan juga mengembangkan online. 

Berbeda dengan K24 dan DAYA, Rituraj Mohan, Direktur PT Hero Supermarket Tbk (HERO) yang mengelola Guardian memilih strategi berbeda. Ketimbang melakukan penambahan gerai baru secara signifikan, dirinya justru melakukan redesain dan penguatan layanan di gerai-gerai miliknya.

Disamping itu, perusahaan juga memperkuat range produk yang dijual dan memperkuat supply chain. Yang jelas, tahun ini fokus perusahaan tidak hanya menambah gerai baru tetapi juga menambah produk dan layanan yang bisa diberikan kepada pelanggan.

“Mengenai supply chain itu merupakan tantangan di Indonesia, oleh karena itu kami melakukan terobosan di supply chain salah satunya buka distribution center di Surabaya, saat ini sudah beroperasi penuh,” tutupnya.

Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Herlina Kartika

RITEL

You may also like...