Uncategorized

Cahayaputra Asa Keramik (CAKK) optimis tumbuh 10{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}-15{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} di tahun ini

KONTAN.CO.ID –¬†JAKARTA. PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) terus berusaha menggenjot kinerjanya di tahun ini. Untuk itu perseroan terus mengembangkan marketingnya dan melakukan efisiensi di segala lini.

Juli Berliana, Direktur CAKK mengatakan pihaknya terus bergerilya meningkatkan penjualan di pasar domestik. “Kami cukup positif apalagi permintaan saat ini masih baik,” katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (15/1).

Setelah memperoleh angka penjualan bersih yang mencapai target di 2018 kemarin, Juli mengatakan CAKK semakin optimis mematok target pertumbuhan kisaran 10{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}-15{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} di 2019 ini. Lebih lanjut ia menyampaikan perusahaan berharap market share CAKK di pasar khususnya segmen middle up dapat terus membesar.

Mengawali tahun ini, lebaran berada di semester I 2019, hal ini dinilai bakal menurunkan permintaan keramik dalam negeri karena akses distribusi terhambat pengalihan jalan raya. Namun Juli memastikan setelah lebaran usai, kekurangan penjualan di Hari Raya tersebut dapat tertutupi sepenuhnya.

Di tahun 2019 ini pula CAKK belum akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang besar. “Sekitar Rp 10 miliar dianggarkan untuk perbaikan (mesin),” ungkap Juli.

Sementara itu rencana membeli mesin baru diperkirakan bakal rampung di tahun depan, untuk itulah CAKK belum berencana menambah variasi produk saat ini. Nanti setelah memperoleh mesin produksi yang baru perseroan berencana memproduksi keramik dengan ukuran besar 60×60, dimana saat ini ukuran terbesar baru 50×50.

Biaya produksi menjadi salah satu tantangan bagi perseroan, dimana 30{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} darinya berasal dari konsumsi energi, dimana mayoritas menggunakan gas yang harganya dianggap mahal. Juli mengatakan pabrikan terus menggenjotkan efisiensinya, salah satunya dengan cara lini spray drier beralih menggunakan batu bara ketimbang gas.

“Dulu mungkin yang pakai gas ada dua unit, pertama di kilang pembakaran dan kedua spray drier. Spray drier yang dulunya gunakan gas sekarang kami ganti batu bara,” tuturnya. Adapun kualitas yang dihasilkan tidak berubah sama sekali dan konsistensinya tetap terjaga.

Pada data terakhir Mei 2018 kemarin disebutkan utilitas pabrik perusahaan mencapai 88{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 71,53{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}. Dari sisi volume penjualan pun meningkat menjadi 2,93 juta meter persegi, naik dibandingkan Mei 2017 yang mencatatkan 2,66 juta meter persegi.

Reporter: Agung Hidayat
Editor: Yoyok

Reporter: Agung Hidayat
Editor: Yoyok
Video Pilihan

You may also like...