Uncategorized

Diwacanakan menjadi Bulog perikanan, begini tanggapan Perindo & Perinus

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dua perusahaan pelat merah dalam bidang perikanan yakni PT Perikanan Nusantara dan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menyatakan siap bila ditunjuk menjadi Bulog perikanan. Apalagi kedua perusahaan ini sejatinya telah melakukan fungsi setara Bulog bagi nelayan namun baru dalam skala kecil.

Direktur Perikanan Nusantara (Perinus) Ridwan Zachrie menyampaikan sejatinya wacana Bulog Perikanan sendiri telah ada sejak saban tahun. Namun realisasinya tidak kunjung tercapai. “Sebenarnya masing-masing sudah menjalankan fungsi seperti Bulog perikanan walau masih dalam skala kecil,” kata Ridwan kepada Kontan, Jumat (25/1).

Dalam hal nya Perinus, Ridwan mengatakan pihaknya memiliki konsep kerjasama Perikanan Inti Rakyat yang menyerap ikan dari 8.000 mitra nelayan. Rencananya, jumlah kemitraan ini akan ditambah menjadi 20.000 nelayan karena Perinus menargetkan pasar yang lebih besar tahun ini.

Senada, Coorporate Secretary Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Agung Pamujo juga mengatakan bahwa sejatinya perusahannya juga sudah melakukan fungsi Bulog perikanan.”Kami beli ikan nelayan, fasilitasi cold storage dan juga melakukan operasional distribusi ikan,” jelasnya kepada Kontan.

Operasional distributor yang dimaksud Agung berhubungan dengan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang dikerjakan oleh Perinus dan Perindo. Melalui sistem ini, kedua perusahaan melakukan pengadaan, pembelian, menjamin ketersediaan pada pemasok, melakukan transportasi dan distro serta menjadi komponen penyeimbang harga.

Tapi menurut Agung, bila benar ditugaskan menjadi Bulog perikanan maka pihaknya siap untuk bekerjasama dengan Perinus dan bisa saja dijalankan pada akhir tahun ini.
Namun terkait harga, Ridwan mengatakan konsep Bulog perikanan kemungkinan tidak akan bisa mengatur harga ikan sedemikian rupa seperti komoditas pangan lainnya.

“Fluktuasi harga ikan terlalu tinggi dan harus diperhitungkan juga biaya transportasi logistiknya dan perbedaan harga ikan di Indonesia barat dan timur,” kata Ridwan.

Reporter: Tane Hadiyantono
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Tane Hadiyantono
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

You may also like...