Uncategorized

Inilah fokus utama Panorama Group di tahun ini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Tahun ini Panorama Group akan fokus mengoptimalisasikan setiap sektor bisnisnya. Saat ini perusahaan memiliki enam pilar bisnis.

“Kami itu ibarat mesin mobil, misalkan kami 2.500 cc tapi jalannya 70 km/jam, jadi masih terus bisa berkembang,” ungkap Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group kepada kontan.co.id, Senin (14/1).

Untuk rencana optimalisasi tersebut, ia bilang memiliki rencana yang banyak mulai dari sumber daya manusia dan penetrasi pasar yang belum tercover perusahaa. Sayangnya, Budi masih enggan mengungkapnya secara terperinci tetapi ia menyebutkan tiap optimalisasi yang dilakukan perusahaan selalu berdasarkan pada technology driven dan inovasi.

Adapun keenam pilar binsnis yang dimiliki Panorama Group yaitu, inbound, travel & leisure, media, trasnportasi, perhotelan, dan e-commerce. Dari keenam pilar yang yang dimiliki perusahaan, Budi menyebutkan travel yang berada dalam lini usaha PT Panorama Sentrawisata Tbk menjadi kontributor pendapatan terbesar perusahaan. Namun, ia lagi-lagi enggan menyebutkan besarannya secara gamblang.

“Terbesar dari travel karena marketshare yang besar melihat kantor kami ada sekitar 130 lebih,” ujarnya.

Tahun ini, Budi yang juga menjadi Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk mengungkapkan akan terus berekspansi lantaran tetap mengincar pertumbuhan. “Harus tumbuh, karena target kami tahun ini tumbuh 15{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} – 20{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} untuk pendapatannya,” tuturnya.

Namun, menilik laporan keuangan perusahaan dalam keterbukaan informasi, laba bersih emiten dengan kode saham PANR tersebut turun drastis karena mencatatkan rugi. Adapun pada kuartal III 2018, PANR mencatatkan kerugian sebesar Rp 13,34 miliar dari periode yang sama tahun 2017 mencatatkan laba sebesar Rp 27,95 miliar.

Walaupun begitu, tercatat pendapatan perusahaan bersih perusahaan tumbuh 18,49{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} menjadi Rp 1,73 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,46 triliun.

Budi menyebutkan turunnya laba bersih perusahaan disebabkan berbagai faktor. “Itu juga karena ada masalah kurs dan bencana alam, makanya sedikit banyak akan mempengaruhi,” ujarnya.

Hanya saja, untuk sampai akhir tahun 2018 ia optimis hasil laba bersih yang dicapai perusahaan sudah positif. “Harusnya sudah bagus,” tambahnya.

Sedangkan di tahun ini dengan rencana ekspansi yang akan dilakukan perusahaan, Budi masih belum mau untuk menyebutkan anggaran belanja modal perusahaan. Namun, ia bilang kemungkinan besar dananya akan berasal dari internal, walaupun tak menutup kemungkinan bisa juga dari internal melalui aksi korporasi.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

You may also like...