Uncategorized

Kemprin bidik pertumbuhan ekspor perhiasan sebesar 5{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemprin) terus mendorong penguatan branding produk perhiasan Indonesia agar lebih berdaya saing di tingkat global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemprin Gati Wibawaningsih menjelaskan, mengacu pada target pertumbuhan industri nonmigas di tahun 2019 sebesar 5,4{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}, maka Kemprin memproyeksi industri perhiasan dapat tumbuh di kisaran angka 5{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} untuk tahun ini.

Dalam upaya memperluas pasar ekspor, Kemprin telah melakukan inisiasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar produk perhiasan dari Indonesia tidak terkena tarif bea masuk di negara tujuan ekspor. Misalnya ke Turki dan Dubai sebagai negara yang potensial.

“Ekspor perhiasan kita memang banyak ke Dubai dan Turki, tetapi kita masih dikenakan tarif bea masuk ke sana sebesar 5{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624}, sedangkan Singapura dikenakan bea masuk 0{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} ke Dubai,” ujar Gati dalam keterangan pers, Minggu (20/1).

Menurutnya, Singapura bisa mendapatkan bea masuk 0{d490e809631a2fc803a206c31eb24635c02b290d340c01dec30dcc0f188dc624} ke Dubai karena antara kedua negara memiliki perjanjian free trade agreement (FTA). Sementara Indonesia dengan Dubai belum ada FTA.

Langkah strategis lainnya, Kemprin aktif memfasilitasi IKM perhiasan di dalam negeri untuk ikut berpartisipasi pada pameran tingkat nasional dan internasional. Contohnya, Surabaya International Jewellery Fair dan Jakarta International Jewellery Fair, sedangkan pameran di luar negeri seperti Hongkong Jewellery Fair.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-November 2018, nilai ekspor perhiasan mencapai US$ 1,88 miliar. Tujuan ekspor perhiasan dari Indonesia, antara lain ke negara Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Denmark dan Swedia.

Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

You may also like...